Peristiwa itu terjadi di Guangyuan, provinsi Sichuan, setelah sang ibu memergoki anaknya asyik memainkan game online di warnet sepulang sekolah. Padahal si ibu selalu berpesan bahwa ia harus pulang terlebih dahulu usai menimba ilmu.
Di perjalanan pulang, ibu dan anak yang masih berusia 16 tahun itu pun bertengkar, dan ibu yang tidak disebutkan namanya itu berteriak dengan mengungkapkan kekecewaannya karena merasa gagal mendidik sang anak.
"Saya sudah gagal mendidikmu, saya tidak bisa hidup seperti ini, lebih baik saya lompat ke sungai," kata si ibu yang sedang marah di tepi sungai.
Di tengah kegalauannya itu sang ibu juga mencurahkan isi hati kepada suaminya via telepon. Dan sesaat setelah telepon ditutup, ia langsung melompat ke sungai yang mengalir deras.
Panik karena mendengar curahan hati istrinya, pria yang tinggal di Guangyuan itu langsung menuju ke lokasi. Tapi sayang, sesampainya di sana ia hanya melihat anaknya seorang diri yang sedih bercampur panik.
Tak kuasa menahan tangis karena melihat istrinya nekat bunuh diri, ia pun marah kepada putranya yang juga sedang mengusap air mata. Karena merasa bersalah, sang anak pun akhirnya mengikuti jejak ibunya dengan terjun ke sungai.
Dari peristiwa di atas kita bisa mengambil hikmah bahwa apa saja bisa berakibat fatal jika dilakukan secara berlebihan terutama main game bisa lupa segalanya (sholat, makan, minum dan orang-orang di sekitar kita).
Sumber; www.detik.com

Judul: Akibat debat game online, Ibu-Anak pilih bunuh diri
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh 21.33
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh 21.33

Bagus
BalasHapus